Agribisnis Indonesia by Noer Rachman Hamidi

Melawan Krisis Ekonomi.

Posted by Noer Rachman Hamidi


Mari bersama-sama kita lihat, apa sesungguhnya krisis ekonomi yang dihadapi rakyat ini bila menggunakan bahasa Al-Qur’an :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”  (QS 2 :155)

Ancaman krisis ekonomi yang dikawatirkan banyak pihak akan memperlambat ekonomi, mengurangi lapangan kerja, menurunkan daya beli dan sejenisnya –sebenarnya kan berujung pada secara kolektif adanya ketakutan di masyarakat akan berkurangnya harta (meningkatnya jumlah orang miskin), mahal/tidak terjangkaunya harga buah-buahan (pangan) dan sampai kelaparan.

Jadi hanya dengan satu ayat saja di Al-Qur’an kita sudah bisa memotret inti dari persoalan ekonomi yang kita hadapi , kita takut miskin, takut uang/penghasilan kita tidak cukup untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan basic lainnya yang berujung kelaparan !

Kalau sudah definisi masalahnya jelas, solusinya mestinya juga jelas. Dari sumber yang sama – yaitu Al-Qur’an dan hadits-hadits yang sahih kita diberi sejumlah paket solusi permasalahan ekonomi yang tepat guna untuk masalah yang sudah didefiniskan tersebut.

Untuk masalah takut miskin , berkurangnya daya beli dan hilangnya pekerjaan solusinya ada di dua hadits sahih berikut :

Dari Abu Said Al-Khudri berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Waktunya akan datang bahwa harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau pertikaian sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Di antara penghidupan (pekerjaan) manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau menyongsong kematian ditempat datangnya.  Atau seorang laki-laki yang menggembala domba di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).

Untuk takut kelaparan kita diberi jawaban melalui dua hadits sahih berikut :

“Tidak akan lapar penghuni rumah yang memiliki kurma” (HR Muslim, Hadits no 3811)

““Wahai ‘Aisyah ! rumah yang di dalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar. Wahai ‘Aisyah ! rumah yang di dalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar” Beliau mengucapkannya sebanyak dua atau tiga kali”(HR Muslim, Hadits no 3812)

Rangkaian hadits-hadits tersebut melengkapi hubungan antara kurma dan domba yang tersyirat dalam ayat berikut  :

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS 16:10-11)

Ayat ini berlaku tidak hanya pada kurma dan tidak hanya pada domba, tetapi kurma menempati kedudukan khusus karena disebut paling sering di Al-Qur’an dan adanya dua hadits tentang kelaparan tersebut di atas. Domba menempati kedudukan khusus pula, karena domba dipilih sebagai hewan qurban terbaik menggantikan perintah penyembelihan Nabi Ismail Alaihi Salam (QS 37:107), disebut yang pertama dalam rangkaian hewan-hewan ternak pilihan (QS 6:143) dan hewan yang digembalakan oleh seluruh nabi dalam hadits berikut :

“"Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala domba/kambing". Sahabat-sahabat beliau bertanya : “Begitu juga engkau ?” ; Rasulullah bersabda : “Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah”. (H.R. Bukhari)

Jadi solusi atas kemiskinan, hilangnya lapangan pekerjaan dan bahkan kelaparan itu ada memiliki dasar yang kuat di Al-Qur’an dan hadits antara lain terkait dalam paket domba dan kurma tersebut. Tetapi bagaimana sekarang cara membumikannya sekaligus membahasakannya agar solusi domba  dan kurma ini bisa diterima oleh seluruh kalangan ?

Tergantung siapa kalangan yang dituju, berbekal domba dan kurma ini karena keduanya memiliki dasar yang kuat di Al-Qur’an dan hadits – sedangkan Al-Qur’an adalah mu’jizat, maka pembicaraan tentang keduanya akan selalu bisa mengungguli obsesi umat pada masing-masing tingkatannya.

Untuk tingkatan masyarakat awam misalnya, bukankan domba jauh lebih mudah diternakkan dan dikembang-biakkan ketimbang hewan lainnya ?

Untuk kalangan ekonom dan pakar perdagangan, bukankan selama ini kita kesulitan mencari produk unggulan ekspor kita ? mengapa tidak domba saja yang kita ekspor setelah mencukupi kebutuhan dalam negeri ? produksinya gampang, bisa melibatkan masyarkat pedesaan sekalipun – sehingga akan menimbulkan  lapangan kerja yang sangat banyak.

Selain pasar dalam negeri, pasarnya ekspornya juga sangat menjanjikan karena Saudi Arabia saja setiap tahun membutuhkan 8 juta ekor domba, ¼ diantaranya dibutuhkan di musim haji !

Kalau kita garap serius, domba untuk pasar Arab (yang konsumsi daging utamanya domba) ini akan mudah unggul karena pesaing terberat kita Australia dan New Zealand. Sedangkan dua negara ini tidak lagi bisa mengekspor domba-dombanya dalam kondisi hidup ke Arab Saudi dan negara-negara muslim lainnya karena ulah mereka sendiri yang mempermasalahkan Animal Right atau yang mereka sebut Animal Welfare Assurance System sejak 2011.

Masihkah kita bingung, melihat petunjuk dan peluang sebenarnya telah terlihat dengan jelas dan terang benderang di depan kita semua, hanya apakah kita mau ber-sabar dan ber-syukur melakukan ikhtiar-ikhtiar sesuai PetunjukNya dan juga sebagai amal sholeh kita. Wallahu A'lam.


agribisnis indonesia, alfaafa, sejarah alfaafa, desain pertanian qurani, resolusi pertanian, resolusi peternakan, budidaya tanaman zaitun, budidaya tanaman kurma, membangun ketahanan pangan, kemakmuran umat memakmurkan petani kebun quran

Description: Melawan Krisis Ekonomi.
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Melawan Krisis Ekonomi.
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Melawan Krisis Ekonomi. ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://www.agribisnis-indonesia.com/2015/10/melawan-krisis-ekonomi.html

Bookmark and Share

0 comments... Baca dulu, baru komentar

Post a Comment