Agribisnis Indonesia by Noer Rachman Hamidi

Pekerjaan di jaman yang penuh fitnah

Posted by Noer Rachman Hamidi


Belajar dari ustadz kami, ustadz Ihsan Tandjung yang sangat mendalami subject akhir zaman  mulai dari tanda-tandanya,  rujukannya sampai hal-hal yang perlu kita persiapkan untuk menghadapinya dan saking banyaknya referensi beliau dalam masalah ini, beliau sampai menulis satu situs khusus yang alamatnya di internet sudah self-explanatory  yaitu www.bolehjadikiamatsudahdekat.com .

Mendalami masalah akhir zaman, tidak harus membuat kita pesimistis dalam menghadapi kehidupan ini. Justru sebaliknya, bila kita sadar bahwa Boleh Jadi Kiamat  Sudah Dekat – maka kita akan berusaha mencari bekal sebanyaknya untuk hidup sesudah itu – yaitu kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Kesadaran akan akhir zaman juga akan membuat kita buru-buru bertaubat bila dalam perjalanan hidup kita ada hal-hal yang kita langgar – mumpung masih ada waktu !. Buru-buru kita ke kembali ke jalan Allah menyambut seruanNya :

“Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (QS 51 :50).

Nah bagaimana dalam konteks bidang pekerjaan, bila dalam pekerjaan yang kita tekuni tersebut kita masih terlibat dalam hal yang sangat terlarang seperti riba, riswah (suap), mengambil hak orang lain, berbuat kerusakan di bumi, mendholimi rakyat dlsb.dlsb ?.

Banyak potensi pekerjaan yang bisa kita pilih, yang aman dari hal-hal yang terlarang tersebut. Bahkan banyak pula jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan tersebut yang memiliki dasar yang kuat di Al-Qur’an ataupun di Hadits. Kaidahnya adalah apa yang disebutkan di Al-Qur’an ataupun Hadits yang shoheh adalah benar ketika diturunkan, benar saat ini, dan akan tetap benar sampai akhir zaman.

Mengapa demikian ?, karena agama ini adalah agama Akhir zaman – maka segala tuntunannya pasti valid sampai akhir zaman. Termasuk tuntunannya dalam hal pekerjaan ini.

Pekerjaan bertani atau bercocok tanam misalnya, akan selalu baik sampai akhir zaman karena kita bahkan diperintahkan untuk tetap menanam benih yang ada di tangan kita walaupun seandainya proses terjadinya kiamat sudah mulai.

Contoh pekerjaan lain yang juga insyallah valid sampai akhir zaman adalah menggembala (memelihara) domba. Untuk yang satu ini, Imam Nawawi yang sangat mashur dengan kitab yang menjadi rujukan para juru dakwah hingga kini – membahas secara khusus dalam kitabnya Riyadhush Shalihin.

Dalam bab Beruzlah  beliau menyampaikan bahwa beruzlah atau menyendiri ketika moral manusia sudah rusak, takut agama ini terfitnah dan takut terjerumus dalam keharaman dan syubhat adalah hal yang disunahkan. Nah ketika kita menyendiri dan takut kepada hal yang haram, lantas apa pekerjaan kita untuk menghidupi diri dan keluarga kita ?. Memelihara domba, itulah salah satu jawabannya.

Untuk jawaban ini tidak tanggung-tanggung, Imam Nawawi memberikan tiga Hadits shoheh sebagai rujukannya. Berikut adalah hadits-hadits tersebut :

Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda : "Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala domba". Sahabat-sahabat beliau bertanya : “Begitu juga engkau ?” ; Rasulullah bersabda : “Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah”. (H.R. Bukhari)

Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa.  Atau seorang laki-laki yang menggembala domba di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).

Jadi menggembala (memelihara) domba bukan hanya commercially feasible tetapi juga memiliki dasar yang shahih. Maka tidak malu kami mengajak para  pembaca untuk belajar menekuni profesi yang sering dianggap kuno oleh sebagian orang di zaman teknologi ini. Bagi yang berminat, kita dapat sharing bersama dan mulai belajar mempersiapkan diri dengan profesi akhir Jaman. InsyaAllah.

Renungan Surah Al-'An`ām 141-144:
(141) "Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."
(142) "Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."
(143) "(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,"
(144) "dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya? Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

Agribisnis Indonesia

Tulisan Terkait:
Description: Pekerjaan di jaman yang penuh fitnah
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Pekerjaan di jaman yang penuh fitnah
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Pekerjaan di jaman yang penuh fitnah ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://www.agribisnis-indonesia.com/2013/05/pekerjaan-di-jaman-yang-penuh-fitnah.html

Bookmark and Share

0 comments... Baca dulu, baru komentar

Post a Comment