Agribisnis Indonesia by Noer Rachman Hamidi

Pengadaan Daging dan Protein Hewani

Posted by Noer Rachman Hamidi


Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda : "Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala kambing". Sahabat-sahabat beliau bertanya : “Begitu juga engkau ?” ; Rasulullah bersabda : “Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah”. (H.R. Bukhari)

Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa.  Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).

Pertama pasti banyak hikmahnya bila kita berusaha mengikuti apa yang dilakukan uswatun hasanah kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lebih-lebih sunnah yang ini bukan hanya dilakukan oleh nabi akhir jaman kita, tetapi oleh seluruh para nabi-nabi sebelumnya juga.

Kedua coba perhatikan jaman yang digambarkan di hadits-hadits tersebut di atas, jaman ketika fitnah kemungkaran atau pertikaian sesama muslim terjadi, jaman ketika penghidupan terbaik adalah ‘merespon panggilan perang ‘ atau menggembala kambing. Bukankah situasi-situasi ini sangat dekat dengan yang dihadapi muslim di seluruh dunia saat ini ?

Maka katakanlah pilihan kita saat ini bukan berperang, mengapa tidak memilih menggembala kambing sebagai pilihan penghidupan manusia yang terbaik berikutnya ?. Tidak masuk akal untuk dilakukan di jaman modern ini ?, pengalaman kita empat tahun terakhir menunjukkan betapa benarnya  hadits-hadits tersebut di atas.

Menggembala kambing untuk saat ini bukan hanya sangat feasible, tetapi juga sangat diperlukan agar tanah-tanah kita tetap subur secara alami. Bahkan sudah lebih 40 juta acre lahan di dunia saat ini yang dibangun dan dipertahankan kesuburannnya dengan apa yang disebut Holistic Planned Grazing-nya Allan Savory.

Tanah-tanah yang terlantar bisa disuburkan lagi dengan teknik penggembalaan yang terencana, rumput-rumput yang tumbuh liar di tanah-tanah perkebunan yang selama ini masih dianggap sebagai hama yang perlu dibersihkan – bisa diubah menjadi lahan-lahan gembalaan yang sangat luas.

Ilmu untuk membiarkan rumput tumbuh di antara pohon-pohon produktif ini-pun diajarkan langsung oleh Allah melalui ayat-ayatNya ketika Dia memerintahkan kita untuk memperhatikan makanan kita (QS 80 : 24-32), kenikmatan itu bukan hanya untuk kita – tetapi juga untuk ternak kita  mataa ‘allakum walian’aamikum.

Berternak dengan menggembala adalah teknik yang paling murah karena ongkos pakannya minimum. Problem daging nasional kita akan mudah teratasi bila kita kembali mengembangkan ternak kita bukan di kandang-kandang dengan pakan yang mahal – yang pakannya dibeli di pabrik, tetapi dengan menggembalakannya – dengan pakan yang alami.

Maka sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlewati. Sekali menggembala, bumi menjadi subur kembali, sumber protein yang murah bisa diperoleh, sumber rezeki yang bener-bener bersih tidak tercampur riba  dan riswah kini mulai terbuka kesempatannya.

Indonesia shortage daging dan protein hewani lainnya, bahkan di musim qurban – kambing/domba menjadi langka sampai beberapa bulan sesudahnya – karena kambing/domba habis disembelih untuk qurban. Jawabannya antara lain ya menggembala domba dan kambing banyak-banyak, karena inilah cara paling ekonomis untuk menghasilkan daging. InsyaAllah.

Agribisnis Indonesia

Tulisan Terkait:
Description: Pengadaan Daging dan Protein Hewani
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Pengadaan Daging dan Protein Hewani
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Pengadaan Daging dan Protein Hewani ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://www.agribisnis-indonesia.com/2013/05/pengadaan-daging-dan-protein-hewani.html

Bookmark and Share

0 comments... Baca dulu, baru komentar

Post a Comment