Agribisnis Indonesia by Noer Rachman Hamidi

Buah Pisang: Tanaman Surga

Posted by Noer Rachman Hamidi


Diantara ‘bocoran’ tanaman buah surga yang sudah bisa kita nikmati di dunia dan tumbuh dengan sangat baiknya di negeri ini  adalah pisang. Hanya mungkin negeri ini kurang perhatian saja, sehingga ketika  negeri jiran kita Philipina tahun lalu berhasil menempatkan dirinya menjadi exporter pisang no 3 di dunia setelah Ecuador dan Belgia, kita bahkan masih mengimpornya. Bila India bertekad ingin merebut pasar pisang dunia dengan pisang kebanggaan mereka yang diberi nama Mahabanana, kita masih bingung pisang yang mana yang akan kita unggulkan. Tetapi ini  sesungguhnya adalah peluang untuk kita semua. 

Secara ekonomi nilai perdagangan pisang dunia tahun lalu mencapai US$ 11.7 milyar , dan termasuk salah satu perdagangan komoditi yang tumbuh paling pesat di dunia. Tahun lalu saja pertumbuhannya mencapai 14.3 % , dan sejak tahun 2010-2014 kumulatif pertumbuhan mencapai 40 %.

Ironinya, negeri kita yang pisang bisa tumbuh dimana saja  - kita malah masih mengimpor pisang dalam jumlah besar. Nilainya hanya kalah dari impor jeruk, dan data terakhir masih menunjukkan nilai impor di kisaran  US$ 190 juta.

Dari sisi kesehatan, ‘bocoran’ buah surga ini juga sungguh luar biasa sehingga disebut buah kehidupan. Diantara daftar manfaatnya yang sangat panjang – ada yang mengidentifikasi sampai 25 manfaat - pisang mengandung tryptophan yang dalam tubuh kita kemudian berubah menjadi serotonin , suatu  neurotransmitter yang menghadirkan rasa bahagia di otak – tidak heran lha wong pisang adalah buah surga !

Dari skala mikro petani, sesungguhnya pisang juga tidak kalah menarik dengan tanaman-tanaman lainnya. Bila tanah terbaik sekarang adalah sawah yang bisa ditanami padi tiga kali dengan hasil rata-ratanya adalah sekitar 6 ton, dan harga jual gabah rata-rata Rp 4,000 saja ; maka dalam setahun hasil kotornya adalah 3 x 6,000 x Rp 4,000 = Rp 72,000,000,-.

Tanaman pisang intensif dapat memberikan hasil lebih dari 20 ton per tahun. Dengan harga jual petani sekarang di kisaran Rp 6,500/kg. Artinya satu hektar pisang bisa memberikan hasil kotor Rp 130 juta per tahun. Meskipun demikian saya tidak menganjurkan petani mengganti padi di sawahnya dengan pisang, karena di sisi beras-pun kita masih pas-pasan.

Kelebihan lain pisang adalah tidak perlu tanah sawah yang membutuhkan air terlalu banyak seperti padi, cukup ditanam sekali – selebihnya adalah anakan yang tumbuh terus menerus silih berganti – sehingga biaya penanaman dan perawatannya akan cenderung  menurun di tahun-tahun berikutnya.

Dengan perbagai kelebihan tersebut, masihkan kita di negeri yang seharusnya ijo royo-royo ini akan menjadi penonton saja dari perebutan pasar pisang dunia ? lebih dari itu masihkan kita akan membiarkan negeri ini menjadi pasar yang diperebutkan oleh negeri-negeri para pengekspor pisang dunia tersebut di atas ?

Semoga kita bisa menjadi kaum produsen yang menjadi solusi dunia dibidang pangan sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT yang memberikan kepada kita negeri yang memiliki tanah subur disertai sinar matahari dan hujan yang berlimpah. Aamiin, insyaAllah.


agribisnis indonesia, alfaafa, sejarah alfaafa, desain pertanian qurani, resolusi pertanian, resolusi peternakan, budidaya tanaman zaitun, budidaya tanaman kurma, membangun ketahanan pangan, kemakmuran umat memakmurkan petani kebun quran

Description: Buah Pisang: Tanaman Surga
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Buah Pisang: Tanaman Surga
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Buah Pisang: Tanaman Surga ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://www.agribisnis-indonesia.com/2015/08/buah-pisang-tanaman-surga.html

Bookmark and Share

0 comments... Baca dulu, baru komentar

Post a Comment